Beranda / Artikel / Montessori

Montessori

Montessori, PAUD Biasa, dan Kurikulum Merdeka: Apa Bedanya?

Montessori adalah cara mengajar, Kurikulum Merdeka adalah kerangka nasional. Kenali perbedaan, titik temu, dan cara memilih untuk anak usia dini di Bandung Raya.

Anak mengamati tanaman dengan kaca pembesar.

Lihat sendiri di kelas kami.

Anak ikut satu sesi, Anda mengamati dan berbincang dengan guru.

Ringkasnya

  • PAUD adalah jenjang, Kurikulum Merdeka adalah kerangka nasional, dan Montessori adalah cara mengajar.
  • Fase Fondasi PAUD berpusat pada bermain bermakna, yang sejalan dengan banyak prinsip Montessori.
  • Kualitas hubungan guru dan anak perlu dinilai sebelum memilih label metode.

Orang tua di Bandung Raya sering menemui tiga istilah sekaligus saat mencari sekolah: PAUD, Kurikulum Merdeka, dan Montessori. Ketiganya berada di tingkat yang berbeda. PAUD adalah jenjang pendidikan untuk anak usia dini. Kurikulum Merdeka adalah kerangka belajar nasional dari pemerintah. Montessori adalah cara mengajar yang bisa dijalankan sebuah sekolah di dalam kerangka itu. Jadi perbedaan Montessori dan PAUD sebenarnya perbedaan tingkat, dan satu sekolah bisa sekaligus PAUD, memakai Kurikulum Merdeka, dan mengajar dengan cara Montessori.

Kualitas hubungan itu tidak bergantung pada nama metode.

Apa kata Kurikulum Merdeka tentang PAUD

Kemendikbudristek menyebut tahap PAUD sebagai Fase Fondasi. Intinya adalah bermain bermakna. Dokumen PAUDPEDIA merangkumnya dalam kalimat “bermain adalah belajar”. Capaian pembelajarannya terbagi dalam tiga elemen: nilai agama dan budi pekerti, jati diri, serta dasar-dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni. Guru mendapat keleluasaan menyusun kegiatan.

Satu analisis dari penulis Indonesia mencatat bahwa sekitar 42,8 persen satuan PAUD sudah menerapkan konsep merdeka bermain, tetapi pemahamannya di lapangan belum merata. Angka ini berasal dari satu sumber, jadi bacalah sebagai gambaran kasar.

Di mana Montessori bertemu dengan kerangka itu

Ciri MontessoriTitik temu dengan Kurikulum Merdeka PAUD
Anak memilih kegiatan dari pilihan yang disiapkan guruSemangat “Merdeka Belajar, Merdeka Bermain”
Belajar lewat tangan dan benda nyataBermain bermakna sebagai cara belajar
Guru mengamati, menyiapkan lingkungan, lalu memberi pelajaran singkatGuru sebagai fasilitator yang menyusun kegiatan
Kegiatan kehidupan sehari-hari melatih kemandirianElemen jati diri dan budi pekerti
Materi konkret untuk mengenal huruf, angka, dan sains dasarElemen dasar literasi, matematika, dan sains

Tabel ini mencocokkan prinsip. Praktik di tiap sekolah tetap berbeda, dan sekolah Montessori juga harus memastikan kegiatannya memenuhi capaian pembelajaran nasional.

Perbedaan yang paling terasa di kelas

  • Struktur. Montessori klasik punya aturan yang jelas: materi khusus, blok kerja sekitar tiga jam, kelas campur usia 3 sampai 6 tahun, dan guru yang dilatih khusus. Program PAUD lain memakai struktur yang beragam, misalnya tema mingguan atau sentra kegiatan.
  • Pilihan anak. Di kelas Montessori, anak menentukan urutan kegiatannya sendiri dari rak yang tersedia. Banyak kelas PAUD lain mengatur kegiatan untuk seluruh kelompok pada waktu yang sama.
  • Main pura-pura. Montessori klasik memberi ruang lebih kecil bagi permainan pura-pura dan lebih besar bagi kegiatan nyata. Peneliti masih berdebat tentang hal ini. Laporan klinis American Academy of Pediatrics (2018) menyatakan bahwa bermain memperkuat struktur dan fungsi otak serta melatih fungsi eksekutif, yaitu kemampuan mengatur diri.

Lillard (2021) menggambarkan Montessori sebagai jalan ketiga antara pelajaran yang diarahkan guru dan bermain bebas: kegiatan yang dipilih sendiri oleh anak dan berisi muatan akademik.

Mana yang cocok untuk anak Anda?

Penelitian pada otak anak usia dini dari Harvard menekankan hubungan yang responsif antara anak dan orang dewasa, yaitu “serve and return”: anak mengoceh atau menunjuk, orang dewasa menanggapi. Kualitas hubungan itu tidak bergantung pada nama metode. Karena itu, pertimbangkan hal-hal berikut sebelum memilih label:

  1. Apakah guru menyapa anak dengan hangat dan menanggapi apa yang anak lakukan?
  2. Apakah anak tampak asyik dan tenang, bukan tegang?
  3. Apakah jarak dan jadwal sekolah cocok untuk keluarga Anda setiap hari?
  4. Apakah sekolah menjelaskan apa yang mereka kerjakan dan mengapa?

Hal lain yang patut ditimbang

  • Praktik Montessori berbeda dari sekolah ke sekolah, jadi satu kunjungan lebih informatif daripada label.
  • Tanyakan bagaimana sekolah menyiapkan anak untuk pindah ke SD, karena kelas SD umumnya lebih terarah.
  • Bandingkan biaya dengan jumlah anak per guru, bukan dengan nama metode.

Bila Anda tertarik pada Montessori, bacalah artikel kami tentang tujuh pertanyaan untuk menilai sekolah Montessori. Bila sekolah Anda memakai pendekatan lain, pertanyaan di atas tetap berlaku.

Sumber

Pertanyaan terkait

Sekolah Montessori juga harus memastikan kegiatannya memenuhi capaian pembelajaran nasional. Banyak prinsipnya bertemu, misalnya anak memilih kegiatan dan belajar lewat benda nyata, tetapi praktik di tiap sekolah tetap berbeda.

Bermain bermakna adalah inti Fase Fondasi PAUD dalam Kurikulum Merdeka. Dokumen PAUDPEDIA merangkumnya dalam kalimat “bermain adalah belajar”.

Tim Akar SemestaGuru dan pengelola TK & Club Montessori Akar Semesta di Cimahi.

Ingin tahu biayanya?

Brosur berisi program, jadwal, dan rincian biaya. Kami kirim lewat WhatsApp.