Beranda / Artikel / Montessori

Montessori

10 Kegiatan Kemandirian Anak Usia 2 sampai 6 Tahun dari Dapur Rumah

Sepuluh kegiatan dapur dan rumah ala Montessori untuk melatih kemandirian anak usia 2 sampai 6 tahun, lengkap dengan alat murah dan catatan keamanan.

Anak mengamati tanaman dengan kaca pembesar.

Lihat sendiri di kelas kami.

Anak ikut satu sesi, Anda mengamati dan berbincang dengan guru.

Ringkasnya

  • Kegiatan sehari-hari seperti menuang, mencuci, dan menyapu melatih tangan, fokus, dan kemandirian.
  • Sepuluh kegiatan di bawah memakai alat murah yang sudah ada di rumah.
  • Studi di Indonesia masih kecil, jadi anggap daftar ini sebagai ide untuk dicoba.

Anak usia dua tahun sering berkata “aku sendiri” sambil merebut sendok dari tangan Anda. Dorongan itu adalah awal kemandirian, dan Montessori memakainya sebagai bahan belajar. Cara melatih kemandirian anak di rumah dimulai dari kegiatan sehari-hari seperti menuang, mencuci, menyapu, dan mengancingkan baju. Montessori menyebutnya practical life atau kehidupan praktis.

Menurut tinjauan Chloë Marshall (2017), kegiatan ini melatih gerak tangan yang halus, kemandirian, dan urutan kerja yang lengkap: memilih, memulai, menyelesaikan, lalu merapikan. Studi di TK Indonesia melaporkan pola yang mirip. Anak membentuk kebiasaan mandiri lewat makan sendiri, mencuci tangan, merapikan mainan, dan berpakaian, dan guru menyebut dukungan orang tua di rumah sebagai faktor penting.

Satu hal perlu Anda tahu: studi Indonesia itu kecil dan umumnya kualitatif, dan belum ada penelitian yang menguji “Montessori di rumah” sebagai program. Anggap daftar di bawah sebagai ide yang berangkat dari prinsip Montessori, lalu sesuaikan dengan anak Anda.

Pilih satu kegiatan minggu ini dan ulangi selama beberapa hari.

Sepuluh kegiatan untuk dicoba

Usia di tabel hanya perkiraan awal. Mulai dari kegiatan yang anak Anda tunjukkan minatnya.

#KegiatanUsia mulaiAlatYang dilatih
1Menuang air dari teko kecil ke gelas2 tahunTeko kecil, nampan, lapKoordinasi tangan, konsentrasi
2Mencuci sayur, misalnya kangkung atau tomat2 tahunBaskom, saringanGerak tangan, rasa ikut berperan
3Mengupas telur rebus atau jeruk2,5 tahunMangkukKekuatan jari
4Mengiris pisang atau timun3 tahunPisau anak yang tumpul, talenanKontrol tangan, fokus
5Mengaduk adonan bakwan atau pancake3 tahunMangkuk, sendokMengikuti urutan langkah
6Menyendok nasi dan lauk sendiri2,5 tahunCentong kecilTakaran, kemandirian makan
7Menyapu dan mengelap meja2 tahunSapu dan pengki kecil, lapMerapikan, tanggung jawab
8Melipat serbet atau kain lap3 tahunKain kecilKetelitian, urutan
9Mengancingkan baju dan memakai sepatu3 tahunBaju atau papan kancingBerpakaian sendiri
10Menyiram tanaman dan menata sandal di rak depan pintu2 tahunGembor kecil, rak rendahRutinitas, merawat lingkungan

Contoh lengkap: menuang air

Satu kegiatan bisa dijalankan seperti ini. Kegiatan lain mengikuti pola yang sama.

  1. Siapkan teko kecil berisi sedikit air, satu gelas, nampan, dan lap di rak yang terjangkau anak.
  2. Duduk di samping anak supaya ia melihat gerakan dari sudut pandangnya.
  3. Pegang gagang teko, tuang pelan, berhenti sebelum gelas penuh, lalu letakkan teko. Tidak perlu banyak bicara selama gerakan.
  4. Persilakan anak mencoba. Bila air tumpah, tunjukkan letak lap tanpa komentar.
  5. Setelah selesai, ajak anak mengosongkan gelas ke baskom dan merapikan nampan.

Empat cara menyiapkan rumah

  1. Turunkan perabot. Kursi pijakan di wastafel, laci rendah untuk piring plastik, dan gelas seukuran tangan anak membuat kegiatan itu mungkin dilakukan sendiri.
  2. Tunjukkan sekali, pelan, dengan sedikit kata. Anak belajar dari melihat gerakan Anda, lalu mencoba sendiri.
  3. Biarkan salah. Air yang tumpah dilap anak sendiri. Anda cukup menyiapkan lap di dekatnya.
  4. Sediakan waktu. Kegiatan yang Anda selesaikan dalam dua menit mungkin memakan sepuluh menit bagi anak. Jadwalkan pagi atau sore yang tidak terburu-buru.

Kalau anak menolak atau cepat bosan

Itu biasa. Kurangi langkahnya, pilih kegiatan yang lebih pendek, atau kerjakan bersama beberapa kali sebelum anak mencoba sendiri. Jangan memaksa dan jangan menjanjikan hadiah. Dalam praktik Montessori, rasa puas karena menyelesaikan pekerjaan sudah menjadi imbalannya.

Catatan keamanan

Dampingi anak setiap kali ia memakai pisau, air panas, atau kompor. Mulai dari bahan lunak seperti pisang dan alat yang tumpul. Simpan benda tajam di tempat yang hanya Anda jangkau, lalu keluarkan saat Anda siap mendampingi.

Mulai dari satu

Pilih satu kegiatan minggu ini dan ulangi selama beberapa hari. Perhatikan apakah anak Anda makin lama bertahan, makin sedikit minta bantuan, atau mulai mengajari adiknya. Itu tanda yang lebih berguna daripada hasil yang rapi.

Kegiatan ini juga bisa menggantikan waktu layar, seperti dibahas di artikel tentang batas layar dari WHO. Bila Anda sedang memilih sekolah, lihat tujuh pertanyaan untuk menilai sekolah Montessori.

Sumber

Pertanyaan terkait

Practical life atau kehidupan praktis adalah kegiatan sehari-hari seperti menuang, mencuci, menyapu, dan mengancingkan baju. Menurut tinjauan Chloë Marshall (2017), kegiatan ini melatih gerak tangan yang halus, kemandirian, dan urutan kerja yang lengkap: memilih, memulai, menyelesaikan, lalu merapikan.

Belum ada penelitian yang menguji “Montessori di rumah” sebagai program. Studi di TK Indonesia melaporkan anak membentuk kebiasaan mandiri dan menyebut dukungan orang tua di rumah sebagai faktor penting, tetapi studi itu kecil dan umumnya kualitatif.

Tim Akar SemestaGuru dan pengelola TK & Club Montessori Akar Semesta di Cimahi.

Ingin tahu biayanya?

Brosur berisi program, jadwal, dan rincian biaya. Kami kirim lewat WhatsApp.